Whatsapp - 0878 1152 8848

Office - 0231 225795

Jam Buka : Setiap Hari (08.00 s.d 17.00 WIB)

Memilih Jenis AC Berdasarkan Kebutuhan

Halo sobat AIO! Masih bingung pilih AC Inverter, Low watt, atau Standar? Simak artikelnya berikut tentang cara memilih jenis AC berdasarkan kebutuhan. Ketika kamu ingin memasang AC di rumah, pasti terdapat banyak sekali pertimbangan yang harus diperhitungkan sebaik mungkin. Dari situ akan muncul pertanyaan-pertanyaan yang menghantui kamu, seperti:

  1. “Jenis AC apa yang cocok dengan daya listrik di rumah saya?”
  2. “Jenis AC apa yang cocok untuk skenario penggunaan sehari-hari?
  3. “AC yang paling irit jenis apa?”
  4. “Jenis AC apa yang paling banyak fiturnya?”

Well.. Sebagai toko penyedia AC, pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya wajar dan lumrah dibenak para konsumen yang hendak membeli sebuah unit AC. Jadi kamu jangan ragu apalagi malu karena takut salah bertanya, karena pada dasarnya AC yang kalian beli akan digunakan dan digunakan oleh kalian sendiri.

Lanjut ke pembahasan tadi, berikut jawaban dari contoh pertanyaan di atas berdasarkan pengalaman lapangan kami.

“Jenis AC apa yang cocok dengan daya listrik di rumah saya?”

Hal pertama yang perlu diperhatikan untuk menjawab pertanyaan ini adalah, berapa PK AC yang akan kamu beli? Coba kamu perhatikan tabel dibawah ini!

memilih jenis ac

Nah dari tabel di atas sudah jelas, semakin besar kapasitas AC maka semakin besar pula daya listrik yang dibutuhkan/dikonsumsi. Seperti contoh pada 1 PK AC Standar membutuhkan daya listrik 2x lipat dari 1/2 PK. Namun, untuk jenis AC Low Watt dia membutuhkan watt yang lebih kecil dari AC Standar, karena pada dasarnya AC Low watt ini diciptakan oleh beberapa produsen AC untuk ditujukan pada para konsumen AC yang ingin tetap menggunakan AC walaupun daya listrik rumah kecil. Berbeda lagi untuk AC Inverter, cara kerja jenis AC ini memang membutuhkan daya listrik cukup besar diawal, tetapi akan turun ketika suhu ruangan sudah sesuai dengan suhu remot.

Detail cara kerja masing-masing AC bisa kamu simak pada channel Youtube “AIO Channel” berikut ini.

Contoh skenarionya seperti ini, rumah kamu memiliki daya listrik 900 VA atau 750 watt. Kemudian kamu membeli AC merk A jenis AC Standar dengan daya listrik 400 watt, maka sisa daya listrik yang masih bisa kamu gunakan untuk keperluan lain adalah sebesar 350 watt. Sedangankan untuk AC Low Watt misalnya membutuhkan daya listrik 330 watt, maka daya listrik yang tersisa adalah 420 watt. Terakhir jika ingin pasang AC Inverter, maka kamu hanya bisa pasang AC 1/2 PK saja, karena 3/4 PK ke atas membutuhkan daya listrik lebih besar dari 750 watt di awal tarikan, kalau dipaksa maka listrik di rumah pasti akan jeplak.

Maka dari itu, jawaban untuk pertanyaan ini adalah perhatikan konsumsi daya listrik unit AC dengan melihat spesifikasi AC secara seksama dan kapasitas daya listrik rumah agar tidak menyesal dan tidak terjadi kendala setelah membelinya. Jika peralatan elektronik dirumah sudah banyak memakan daya listrik, maka gunakan saja AC Low Watt atau Standar, jika daya listrik sudah mepet maka jangan memaksakan untuk pasang AC Inverter karena hal tersebut akan bisa jadi bumerang untuk kamu, bukannya irit tapi malah jadi boros.

“Jenis AC apa yang cocok untuk penggunaan sehari-hari saya?”

Salah satu hal yang penting adalah bagaimana cara kita menggunakan AC dalam kesehariannya. Apakah kamu termasuk golongan yang suka menggunakan AC sepanjang hari? Atau shanya menggunakan AC jika dibutuhkan saja?

AC Standar dan AC Low Watt sangat cocok digunakan oleh kamu yang penggunaannya tidak terlalu lama, yakni hanya 3~5 jam per hari. Sedangkan AC Inverter lebih digunakan jika kamu ingin menggunakan AC dengan durasi lama, yakni 6~8 jam per hari. Karena jika digunakan dalam jangka waktu tersebut, AC Inverter akan lebih hemat daya listrik dan biaya listrik dibanding AC Standar atau AC Low Watt (dengan syarat penggunaannya benar).

Kemudian untuk penempatan unit AC juga harus diperhatikan berdasarkan jenis AC itu sendiri. Seperti AC Inverter sangat cocok dipasang pada ruangan yang tertutup seperti kamar tidur atau ruangan yang memang jarang ada keluar masuk orang. Hal ini dilakukan agar suhu dalam ruangan tetap konstan dan jarang berubah-ubah sehingga ruangan dapat mencapai suhu yang diinginkan dan penggunaan listrik menjadi sangat efisien.

Berbeda dengan AC Standar dan AC Low Watt yang umumnya bisa cocok dipasang pada ruangan apapun. Seperti ruang kamar, tamu, ruang kantor, hingga pertokoan. Karena watt yang dikonsumsi oleh AC jenis ini tidak berubah (kalau watt AC 400 watt maka baik tarikan awal atau ketika outdoor menyala maka watt yang dikonsumsi akan 400 watt juga), makanya tidak jarang banyak toko-toko atau perkantoran yang menggunakan jenis AC ini untuk mendinginkan ruangan mereka karena pasti akan sering terdapat keluar masuk orang yang mengakibatkan perubahan suhu.

 “AC jenis apa yang paling irit?”

Well.. Pertanyaan ini akan terjawab jika pertanyaan yang kedua sudah kamu lakukan dengan benar. Karena menurut opini saya, iritnya AC adalah dilihat dari faktor eksternal (pemilihan PK AC sesuai luas ruangan, daya listrik rumah, dan letak pemasangan AC) dan faktor internal (daya listrik AC, ada atau tidaknya fitur watt kontrol pada unit AC dan perawatan  AC secara rutin). Kedua faktor tersebut bisa menentukan AC tersebut bisa dikatakan irit atau tidak.

Jika dilihat dari spesifikasi, AC Inverter lebih irit dibandng AC Standar dan AC Low Watt karena daya minimumnya bisa lebih rendah dari kedua jenis AC tadi. Tapi bagaimana untuk perbandingan AC Standar dengan AC Low Watt, mana yang lebih irit?

Sekali lagi, jika dari dilihat dari sisi spesifikasi, AC Low Watt jelas memiliki daya listrik lebih rendah dari AC Standar. Tapi konsekuensinya adalah kecepatan pendinginan yang sedikit lama dibanding AC Standar.

Jenis AC apa yang paling banyak fiturnya?

Pertanyaan ini jelas jawabannya adalah AC Inverter, kenapa? Yaa… Ada harga, ada kualitas dan fakta dilapangan memang menunjukkan bahwa AC Inverter adalah AC dengan kasta tertinggi . Rata-rata AC Inverter biasa (tanpa fitur tambahan) 1/2 PK dipasaran itu dijual dengan harga di atas 3,5 jutaan rupiah.

Sementara sampai saat ini, sudah banyak produsen-produsen AC yang merilis berbagai macam AC Inverter yang kaya fitur. Contohnya saja beberapa AC Inverter sudah punya fitur kontrol wifi seperti pada AC Gree dengan G-tech Inverternya dan Sharp dengan J-Tech Inverter. Kemudian sensor manusia yang ada pada Daikin Star dan Premium Inverter. Hingga pemurni udara pada Panasonic Premium Inverter (NANOE-G)

Nah.. itu tadi jawaban yang bisa mimin berikan kepada kamu tentang beberapa pertanyaan yang muncul di benak para konsumen ketika akan membeli sebuah unit AC. Intinya adalah, kamu harus bisa jeli dan pintar dalam membaca spesifikasi unit AC yang akan kamu beli. Karena rata-rata keluhan konsumen AC tidak jauh dari “AC tidak dingin” dan “AC terlalu boros”

Kalau kamu bingung perbedaan AC Standard, Low Watt, dan Inverter, kamu bisa klik tautan berikut. Sekian artikel ini, and.. see you in the next article!